Kamis, 06 September 2012

Hey you..

 Hey you..

Hampir genap tiga tahun semenjak pertemuan tiba-tiba itu namun hingga saat ini belum terdengar kabar dari kau hey.. hey..?! Lupa daratan kah kau disana??
Kau dulu pernah bercerita melihat ada foto ku pada ajang tersebut, dari situlah kau mulai contact mencari-cari tahu informasi tentang keikut sertaan ku pada kompetisi. Pesbuk menjadi perantara kita untuk berkomunikasi dan berlanjut hingga ke sms dan telpon belom BBM ya karena gw belom punya :D lucu memang saling adu kesombongan, sok hebat, sok tangguh, sok paling wah diantara kita berdua mengadu impian tanpa saling mengalah tetap masing-masing merasa paling benar (gila). Ketika itu gw merasa seru nih orang enak juga diajak ngobrol. Bisa dibilang smart juga nih orang, aneh emang dulu kita SMP dan SMA pun satu sekolah tapi bisa dibilang hanya teman biasa saja bahkan jarang komunikasi ataupun tatap muka.
Seinget gw dulu waktu SMP lw pernah main kerumah gw sama temen lw juga naik sepeda minjem buku alasannya sih itu atau memang ada niat lain gw ga tau deh, dan SMA juga sama sekali ga pernah komunikasi loss aj begitu hanya teman seinget gw moment yg paling lucu klo ga salah sama-sama kena tilang polisi karena bawa motor ga pake helm berhenetilah kita dan lw bersama temen yang sama (aneh ya). Owkeh lanjut ke awal lagi kita terus saling komunikasi bisa dibilang rutin hampir setiap hari bahkan setiap saat. Mulai dari situlah muncul dari hati gw ada ser.. ser.. gimana gitu emang pada saat itu gw sedang jomblo dan kau muncul, timbul, ada membuat hari-hari berbeda. Kondisi keluarga gw pada saat itu memang sedang bergejolak namun mulai membaik bisa dibayangkan ya betapa berat nya gw menjalani hidup. Kau datang ibarat gurun yang sedang turun hujan, penghibur hati ini, jiwa terus bersemangat.
Kau saat itu sedang menyelesaikan tugas akhir mungkin dari situ kali raut muka keliatan lecek mulu ga seperti waktu sekolah agak enak dipandang beda, tapi ga tau deh sekarang?! Emang selera pasangan gw ya cakep, smart dan se iman. Bisa dibilang kau mendekati lah (jangan geer). Kau ngajakin ketemuan setelah beberapa hari kita komunikasi lewat online. Ternyata hubungan terus berlanjut, namun ada saat momen buat malu bagi gw ketika abis jalan makan di tempat makan gw jatuh karena kaki bangku yg begitu rapuh! Ya salam malu setengah mati rasanya taro dimana coba muka tuh?! Dan gw juga inget akan berangkat ke rumah kau setelah lebaran pengin silahturahmi tapi selama perjalanan HP gw jatuh ilang deh apes lagi ampun dah! Mana HP satu-satunya pula! Namun dewi fortuna sedang menyelimuti gw ternyata HP ditemukan oleh orang yg bertanggung jawab jadi selamet deh :D (emang tergantung dari amal perbuatan).
Owkeh gw tetap memberikan arahan untuk niat kau mengikuti ajang tersebut, nah tiba lah pendaftaran namun kenapa setelah keluar dari kantor tersebut kenapa muka jadi dilipet begitu hmm.. berita ga enak didenger sampe ke telinga gw, bahwa kau tak lulus! Kasian amat ya padahal baru juga pendaftaran udah gagal pengin ketawa kuenceeng sebenernya tapi gw pura-pura aj sok peduli nenangin.
Kita terus telpon2nan ya bercerita apa saja, mungkin paling sering tentang impian dan masa depan, padahal kita tak akan pernah tau masa depan itu seperti apa, bagaimana, dan akan terjadi apa?! Mungkin karena kau fresh graduate kali ya jadi penuh dengan semangat. Saling sharing tentang job apa yg diinginkan dan harapan terbaik, dulu kau muak dengan profesi P*S namun mengapa sekarang berbalik arah memakan apa yg telah dihina?! Sekarang kau sudah menjadi bahkan gw belum masih tetap menjalani proses malu juga sih padahal gw yg gembar gembor tapi kebalap huahua…  
Ehh.. muncul pula cew teman lama, dan sama pula sedang tugas akhir. Berawal dari dia ngeadd pesbuk gw jadi berlanjut hingga komunikasi rutin terus pun lancar. Saat itu posisi antara gw dengan kau hubungan sedang jarang. Makanya gw lebih intens ke dia komunikasinya sama halnya dengan kau, dia juga smart dan seiman bisa dibilang ada perubahan yang hebat dalam dirinya ketika dibandingkan waktu dulu SMP yg cemen tapi sekarang agak gaul canggih juga. Hati jadi mulai terpecah :D yg buat gw kesel agak bikin gondok kenapa juga kau masih komunikasi rutin dengan mantan yg sudah puluhan kali balikan (gila kali ya?!) bahkan ada pula cow lain dan mencoba melakukan perbandingan dengan gw hey “aku lelaki tak mungkin… menerima mu bila ternyata kau mendua… membuat ku terluka tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu…jangan pernah memilih ini bukan pemilu” tuh lagu gw dengerin di bus yg di aransemen ulang sama pengamen tanpa seizing Bung Iwan Fals. Lumayan deep man!
Alhasil komunikasi lancar dengan dia ya jadian lah gw walaupun lewat telpon karena long distance (aneh menurut gw sih) kurang dapet nuansanya :D tapi tetep aja kau berusaha muncul ditengah hubungan kami :@
Tapi hubungan gw dengan dia gak lama bisa dibilang cepet bubar mungkin karena cepet jadian kali ya ketambahan lagi jauh jdi hambar deh.. ga tau kenapa dia hilang kau pun hilang secara bergantian! Hmm.. lumayan deep man kehilangan yg tadinya hati ini penuh dengan semangat jadi kembali hening wah kenapa jadi begini?!
Kondisi inilah yg membuat gw merasa bodoh, bersalah, sadar, intropeksi. Mencoba memperbaiki kesalahan itu dan mulai untuk perubahan dalam hidup. Berbenah dalam pola pikir, mencoba hal baru, dan hobi yang sangat menyenangkan J
Sebenernya gw males nulis blog tentang beginian boleh cek deh mungkin ini tulisan kali pertama gw tentang hati. Untuk kau disana selamat semoga terwujud impiannya dan jangan pernah lupa kau masih punya janji-janji yg belum ditepati untuk ku (broken promises).

Gw coba menganalogikan seperti ini : “kita sama-sama sedang berjalan, berlari untuk menggapai impian tersebut pada lintasan masing-masing namun kau begitu cepat tak melihat kesamping bahkan kebelakang, kearah ku, padahal aku sedang terjatuh dilubang terluka dan harus diobati, kau tetap lari terus berlari tanpa perduli, aku berusaha untuk bangkit dan berjalan pelan-pelan dan mencoba berlari lagi”


Sampai di Luar Batas


Sampai di Luar Batas
Kau lempar aku dalam gelap
Hingga hidupku menjadi gelap
Kau siksa aku sangat keras
Hingga aku makin mengeras
Kau paksa aku terus menunduk
Tapi keputusan tambah tegak
Darah sudah kau teteskan
Dari bibirku
Luka sudah kau bilurkan
Ke sekujur tubuhku
Cahaya sudah kau rampas
Dari biji mataku
Derita sudah naik seleher
Kau menindas
Sampai diluar batas

Wiji Thukul,  17 November 1996

Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di kampung Sorogenen Solo, 26 Agustus 1963) adalah seorang sastrawan dan aktivis Indonesia.  Widji Thukul lahir dari keluarga tukang becak. Mulai menulis puisi sejak SD, dan tertarik pada dunia teater ketika duduk di bangku SMP. Bersama kelompok Teater Jagat, ia pernah ngamen puisi keluar masuk kampung dan kota. Sempat pula menyambung hidupnya dengan berjualan koran, jadi calo karcis bioskop, dan menjadi tukang pelitur di sebuah perusahaan mebel.
Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998, sejumlah aktivis ditangkap, diculik dan hilang, termasuk Thukul. Sejumlah orang masih melihatnya di Jakarta pada April 1998. Thukul masuk daftar orang hilang sejak tahun 2000.
Ada tiga sajak Thukul yang populer dan menjadi sajak wajib dalam aksi-aksi massa, yaitu Peringatan, Sajak Suara, dan Bunga dan Tembok (ketiganya ada dalam antologi "Mencari Tanah Lapang" yang diterbitkan oleh Manus Amici, Belanda, pada 1994. Tapi, sesungguhnya antologi tersebut diterbitkan oleh kerjasama KITLV dan penerbit Hasta Mitra, Jakarta. Nama penerbit fiktif Manus Amici digunakan untuk menghindar dari pelarangan pemerintah Orde Baru.
·  Dua kumpulan puisinya : Puisi Pelo dan Darman dan lain-lain diterbitkan Taman Budaya Surakarta.
·  Puisi: Bunga dan Tembok
·  Puisi: Peringatan
·  Puisi: Kesaksian
Prestasi dan penghargaan
·  1989, ia diundang membaca puisi di Kedubes Jerman di Jakarta oleh Goethe Institut.
· 1991, ia tampil ngamen puisi pada Pasar Malam Puisi (Erasmus Huis; Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta).
·  1991, ia memperoleh Wertheim Encourage Award yang diberikan Wertheim Stichting, Belanda, bersama WS Rendra.
·   2002, dianugerahi penghargaan "Yap Thiam Hien Award 2002"
·   2002, sebuah film dokumenter tentang Widji Thukul dibuat oleh Tinuk Yampolsky.

Selasa, 04 September 2012

Tips Tingkatkan Kapasitas Diri


Jadi diri sendiri
Apapun langkah pertama dari setiap proses adalah nyata. Tentunya berkaitan dengan diri sendiri. Bahkan pada situasi tidak jelas dan tidak nyaman yang memicu emosi, kemampuan dari diri kita sendiri secara nyata untuk menghormati diri sendiri, perasaan orang lain dan bersikap jujur.

Berhenti menghakimi diri
Terkadang sulit mengekspresikan keinginan kita. Ujungnya jadi menghakimi diri sendiri dengan menggunakan pikiran kritis demi menekan perasaan kita yang sebenarnya. Konsekuensinya bisa negatif dan berpengaruh pada diri sendiri dan orang lain.

Menilai diri
Manusia cenderung menyukai hal baik yaitu kasih, sukacita, rasa syukur dan perdamaian. Dan tidak menyukai hal buruk seperti marah, takut, sakit hati dan ketidakberdayaan. Namun pada tingkat terdalam, semua emosi bernilai dan bermanfaat tergantung kita meresponnya dalam kehidupan.

Berbagi cerita
Kehidupan seringkali terjebak pada situasi drama yang menambah tingkat emosional. Untuk itu Anda butuh teman bercerita yang secara tidak langsung merasakan hubungan, situasi dan keadaan hidup baik masa lalu dan sekarang.

Dukungan emosional
Emosi sama pentingnya dengan kesejahteraan dalam hidup. Sayangnya kita tidak mendapatkan banyak pelatihan emosional di sekolah dan tempat kerja. Dalam kehidupan, dukungan emosional difokuskan pada tindakan, hasil dan penampilan.