Kamis, 06 September 2012

Sampai di Luar Batas


Sampai di Luar Batas
Kau lempar aku dalam gelap
Hingga hidupku menjadi gelap
Kau siksa aku sangat keras
Hingga aku makin mengeras
Kau paksa aku terus menunduk
Tapi keputusan tambah tegak
Darah sudah kau teteskan
Dari bibirku
Luka sudah kau bilurkan
Ke sekujur tubuhku
Cahaya sudah kau rampas
Dari biji mataku
Derita sudah naik seleher
Kau menindas
Sampai diluar batas

Wiji Thukul,  17 November 1996

Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di kampung Sorogenen Solo, 26 Agustus 1963) adalah seorang sastrawan dan aktivis Indonesia.  Widji Thukul lahir dari keluarga tukang becak. Mulai menulis puisi sejak SD, dan tertarik pada dunia teater ketika duduk di bangku SMP. Bersama kelompok Teater Jagat, ia pernah ngamen puisi keluar masuk kampung dan kota. Sempat pula menyambung hidupnya dengan berjualan koran, jadi calo karcis bioskop, dan menjadi tukang pelitur di sebuah perusahaan mebel.
Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 hingga 1998, sejumlah aktivis ditangkap, diculik dan hilang, termasuk Thukul. Sejumlah orang masih melihatnya di Jakarta pada April 1998. Thukul masuk daftar orang hilang sejak tahun 2000.
Ada tiga sajak Thukul yang populer dan menjadi sajak wajib dalam aksi-aksi massa, yaitu Peringatan, Sajak Suara, dan Bunga dan Tembok (ketiganya ada dalam antologi "Mencari Tanah Lapang" yang diterbitkan oleh Manus Amici, Belanda, pada 1994. Tapi, sesungguhnya antologi tersebut diterbitkan oleh kerjasama KITLV dan penerbit Hasta Mitra, Jakarta. Nama penerbit fiktif Manus Amici digunakan untuk menghindar dari pelarangan pemerintah Orde Baru.
·  Dua kumpulan puisinya : Puisi Pelo dan Darman dan lain-lain diterbitkan Taman Budaya Surakarta.
·  Puisi: Bunga dan Tembok
·  Puisi: Peringatan
·  Puisi: Kesaksian
Prestasi dan penghargaan
·  1989, ia diundang membaca puisi di Kedubes Jerman di Jakarta oleh Goethe Institut.
· 1991, ia tampil ngamen puisi pada Pasar Malam Puisi (Erasmus Huis; Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta).
·  1991, ia memperoleh Wertheim Encourage Award yang diberikan Wertheim Stichting, Belanda, bersama WS Rendra.
·   2002, dianugerahi penghargaan "Yap Thiam Hien Award 2002"
·   2002, sebuah film dokumenter tentang Widji Thukul dibuat oleh Tinuk Yampolsky.

Selasa, 04 September 2012

Tips Tingkatkan Kapasitas Diri


Jadi diri sendiri
Apapun langkah pertama dari setiap proses adalah nyata. Tentunya berkaitan dengan diri sendiri. Bahkan pada situasi tidak jelas dan tidak nyaman yang memicu emosi, kemampuan dari diri kita sendiri secara nyata untuk menghormati diri sendiri, perasaan orang lain dan bersikap jujur.

Berhenti menghakimi diri
Terkadang sulit mengekspresikan keinginan kita. Ujungnya jadi menghakimi diri sendiri dengan menggunakan pikiran kritis demi menekan perasaan kita yang sebenarnya. Konsekuensinya bisa negatif dan berpengaruh pada diri sendiri dan orang lain.

Menilai diri
Manusia cenderung menyukai hal baik yaitu kasih, sukacita, rasa syukur dan perdamaian. Dan tidak menyukai hal buruk seperti marah, takut, sakit hati dan ketidakberdayaan. Namun pada tingkat terdalam, semua emosi bernilai dan bermanfaat tergantung kita meresponnya dalam kehidupan.

Berbagi cerita
Kehidupan seringkali terjebak pada situasi drama yang menambah tingkat emosional. Untuk itu Anda butuh teman bercerita yang secara tidak langsung merasakan hubungan, situasi dan keadaan hidup baik masa lalu dan sekarang.

Dukungan emosional
Emosi sama pentingnya dengan kesejahteraan dalam hidup. Sayangnya kita tidak mendapatkan banyak pelatihan emosional di sekolah dan tempat kerja. Dalam kehidupan, dukungan emosional difokuskan pada tindakan, hasil dan penampilan.


Sabtu, 14 Juli 2012

We Band Of Brothers


Currahee! Currahee! Currahee!



Yeaahh akhirnya gw nonton nih film, setelah sekian lama belum sempet (malu) baru bisa nonton sekarang  padahal udah lama banget nih rilis tepatnya sih miniseri keluaran HBO. Beuuuhhh ga ada kata gw beneran canggih, hebat, keren, tegang, terharu, menyentuh banget nih film perang dari beberapa film perang lainnya!!
Mengikuti kondisi kocek alhasil gw beli bajakan tapi kualitas ori bro mantap gan! Pasti udah tau lah kalian beli dimana gw hehehe.. 10 episode semuanya membuat gw takjub sama si Steven Spielberg dan Tom Hanks memang dah imajinasi kalian tentang film ini patut gw acungkan empat jempol deh!
Film ini berceritakan tentang pengalaman Easy Company (Kompi Easy) dari Infantry penerjunan divisi Airbone selama mengikuti Perang Dunia II. Berawal dari pendidikan, pendaratan di Normandia hingga akhir perang.
“We few, we happy few, we band of brothers”
Kapten Winters, salah satu tokoh dalam film kepemimpinan beliau sangat gw kagumi dalam hal ini ketika dalam memutuskan apa yang dijalankan anggotanya apakah itu sembunyi, tembak, mundur, hancurkan, dan dia sangat bijakasana itu terlihat ketika ada anggotanya yg terluka baik fisik maupun mental. Apalagi ketika Kompi Easy menemukan kamp penahanan kaum yahudi yang mengenaskan sumpah tragis nangis dalam hati gw liatanya begitu kejamnya kaum komunis disana terutama Hitler sebegitunya banget dengan Yahudi, menurut gw walaupun mereka entalah apa bagi mereka janganlah disiksa sadis begitu mending tembak aj langsung ya gak? (uupps) daripada dibegituin!! Kap. Winters langsung mengambil tindakan ketika  melihat TKP yaitu memberikan mereka makanan dan pakaian yang layak.
“Bastogne” menjadi episode yang paling memkau menurut gw! Easy kompi perang ditengah salju dalam kondisi yang serba kekurangan, dan banyak anggota yang tewas baik fisik maupun jiwanya, “Buck” harus berhenti kembali ke pusat komando dia istirahat setelah shock melihat kedua teman dekatnya hancur berantakan (sedih gw liatnya)
"experience is something you don't get until after you need it"

Hi..ho Silver! Hi..ho Silver! 

Bagi kalian yg belum nonton, recommended banget deh wajib nonton  J J